- Kapitalisasi pasar XRP melonjak melampaui BNB dan ini merupakan perubahan besar dalam hierarki teratas pasar aset digital.
- Perubahan ini terjadi setelah adanya perhatian institusional serta peluncuran ETF XRP spot yang sukses di Amerika Serikat.
- Data pasar menegaskan bahwa XRP hanya berada di bawah Bitcoin dan Ethereum, yang menunjukkan gelombang baru perhatian investor terhadap token utilitas mapan untuk pembayaran lintas batas.
Pekan ini terjadi reorganisasi signifikan dalam hierarki pasar kripto dengan XRP menggantikan posisi Binance Coin (BNB) sebagai aset digital dengan nilai pasar terbesar. Token yang berhubungan dengan Ripple kini menempati urutan ketiga sebagai aset digital non-stablecoin terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar.
Daftar Isi
Arus Masuk ETF dan Momentum Institusional
Performa terbaru ini terutama dipicu oleh perubahan lingkungan regulasi di Amerika Serikat. Setelah menyelesaikan gugatan lama dengan Securities and Exchange Commission, sejumlah perusahaan manajemen aset memperkenalkan ETF XRP spot pada akhir 2025. Arus masuk ke instrumen investasi ini konsisten, menyediakan titik masuk yang jelas dan terkontrol ke ekosistem bagi modal institusional.
Menurut laporan industri, ETF yang baru terbentuk tersebut telah mengumpulkan lebih dari 1,2 miliar dolar dalam aset yang dikelola. Masuknya modal ini menguatkan harga XRP, memungkinkannya mempertahankan gelombang ini, berbeda dengan token utama lain yang mengalami volatilitas di akhir tahun. Meskipun BNB tetap menjadi kekuatan di sektor keuangan terdesentralisasi dan bursa, pertumbuhannya bersifat linear dibandingkan dengan re-rating tajam pada XRP.
Perubahan peringkat ini bukan sekadar simbolis. Ini menunjukkan perubahan sikap investor terhadap aset yang sangat didefinisikan oleh hukum. Ketidakjelasan status hukum XRP telah membatasi nilainya selama bertahun-tahun. Setelah sebagian besar tantangan tersebut teratasi, pasar kini menilai aset ini berdasarkan utilitasnya di pasar remitansi dan perbankan global.
Baca Juga:
Pertumbuhan Utilitas Lintas Batas dan Infrastruktur
Pertumbuhan Ripple yang semakin dalam ke industri keuangan tradisional juga membantu penilaian token tersebut. Baru-baru ini, perusahaan mengajukan izin perbankan guna meningkatkan penyediaan layanan keuangannya di AS, yang menurut analis akan menjadikan Ripple sebagai bank digital sepenuhnya. Tujuan strateginya adalah membuat XRP lebih terintegrasi dalam sistem pembayaran internasional.
Selain itu, ekosistem dua aset telah dibentuk melalui peluncuran stablecoin Ripple USD (RLUSD). Stablecoin ini menangani elemen pembagian volatilitas dalam transaksi, sementara XRP tetap menjadi mata uang jembatan likuiditas. Kemajuan arsitektural ini telah membuat lebih banyak institusi keuangan bereksperimen dengan XRP Ledger untuk melakukan penyelesaian bruto waktu nyata.
Menurut data di XRP Ledger, tingkat aktivitas dan pembuatan dompet on-chain terus meningkat secara signifikan. Tren saat ini tampaknya tidak didorong oleh minat ritel semata seperti sebelumnya; melainkan merupakan kombinasi akumulasi oleh ritel dan profesional. Whale, atau pemegang besar, telah menambah basis investor mereka selama kuartal terakhir 2025, menandakan keyakinan jangka panjang terhadap arah yang diambil aset ini.
Performa di Pasar yang Dibandingkan
Posisi BNB di Pasar Saat Ini
Di masa lalu, Binance Coin dengan mudah menempati posisi ketiga atau keempat berkat volume besar dari bursa Binance dan utilitas BNB Chain. Namun, aset ini juga menghadapi tantangan, seperti meningkatnya persaingan dengan jaringan Layer-1 lain seperti Solana dan solusi scaling Layer-2 dari jaringan Ethereum.
Meskipun demikian, BNB tetap unggul jauh di atas aset peringkat kelima, namun jaraknya makin melebar selama 48 jam terakhir. Para trader mengamati bahwa perubahan posisi ini terjadi pada volume perdagangan tinggi dan ada kemungkinan aksi tersebut didukung oleh faktor teknis yang kuat.
Lingkungan Makro Kripto
Lingkungan makro ekonomi saat ini sangat kompleks bagi pasar secara keseluruhan. Bitcoin masih memegang posisi teratas, meskipun dominasinya sedikit berkurang seiring munculnya altcoin. Investor kini mencari proyek utilitas tinggi yang dapat memberikan imbal hasil terlepas dari pergerakan harga Bitcoin.
Popularitas XRP merupakan bagian dari tren yang lebih luas, di mana koin-koin lama yang mampu bertahan di beberapa bear market kembali diminati. Pasar juga semakin memperhatikan proyek-proyek yang telah melalui pengawasan hukum ketat dan keluar dengan strategi yang jelas.
Baca Juga:
Perkembangan Infrastruktur di Masa Depan
Sebagai tahap kedua evolusinya, XRP kemungkinan akan fokus pada peluang di sektor decentralized finance (DeFi). Pengembang XRP Ledger telah berupaya menghadirkan smart contract, yang akan membuat jaringan ini dapat bersaing lebih seimbang dengan Ethereum dan BNB Chain di pasar NFT dan automated market maker.
Jika pembaruan teknis ini berhasil dilakukan, permintaan XRP sebagai token gas dan kolateral bisa meningkat. Hal ini akan menambah nilai pada fungsi utamanya sebagai jembatan pembayaran. Sementara itu, pasar memperhatikan dampak jangka pendek dari kemenangan ETF dan likuiditas yang akan memperkuat posisi XRP sebagai mata uang kripto terbesar ketiga.


