-
Pasar kripto rebound di awal 2026 saat Bitcoin bertahan di dekat $94K, Ethereum tetap di atas $3,2K, dan aliran modal baru menghidupkan kembali kepercayaan investor.
-
Aliran masuk ETF yang kuat dan ketidakpastian global meningkatkan daya tarik Bitcoin sebagai safe-haven, dengan analis mengincar potensi dorongan ke level $100.000.
Pasar kripto memulai tahun 2026 dengan catatan positif, menghapus sentimen lemah yang terlihat di akhir tahun lalu. Harga Bitcoin hari ini bertahan di dekat angka $94.000, sementara harga Ethereum tetap stabil di atas $3.200. Kapitalisasi pasar kripto total telah naik menjadi sekitar $3,2 triliun.
Rebound ini tidak hanya didorong oleh hype semata. Hal ini didukung oleh aliran modal baru, ketidakpastian global, dan pergeseran perilaku investor institusi yang terlihat jelas.
Saat artikel ini ditulis, Bitcoin diperdagangkan mendekati $93.800, sementara Ethereum berada di sekitar $3.220. Beberapa altcoin berkapitalisasi besar juga naik, mencerminkan perbaikan sentimen pasar secara keseluruhan.
Aliran Modal Tahun Baru Angkat Bitcoin dan Altcoin
Salah satu faktor utama di balik reli ini adalah reset modal Tahun Baru. Menjelang akhir 2025, harga kripto tertekan oleh tax-loss harvesting dan penyeimbangan ulang portofolio akhir tahun, khususnya di kalangan investor AS. Tekanan jual itu kini telah mereda.
Dengan alokasi baru untuk 2026, investor kembali ke aset berisiko. Bitcoin telah merebut kembali level kunci di atas $93.000, sementara Ethereum dan altcoin utama mencatatkan kenaikan persentase yang lebih kuat. Ini menunjukkan suasana risk-on yang kembali ke pasar kripto.
Ketegangan Geopolitik Perkuat Daya Tarik Bitcoin sebagai Safe-Haven
Ketidakpastian global juga mendukung reli ini. Meningkatnya ketegangan geopolitik, termasuk kekhawatiran terkait hubungan AS–Venezuela, menambah tekanan pada pasar tradisional.
Sebagai respons, Bitcoin diuntungkan dari reputasinya yang terus tumbuh sebagai aset lindung nilai, mirip dengan emas. Pada saat yang sama, ekspektasi akan pasokan minyak yang meningkat membantu meredakan kekhawatiran inflasi, menciptakan lingkungan yang mendukung baik untuk ekuitas maupun kripto.
Peran ganda ini — Bitcoin sebagai aset lindung nilai sekaligus pertumbuhan — terus menarik minat investor.
- Baca Juga :
- Amerika Membangun Cadangan Bitcoin—Lalu Menjual $6,3 Juta Meski Begitu
- ,
Prediksi Harga Bitcoin: Analis Mengincar $100.000
Optimisme jangka panjang tetap kuat. Co-founder MicroStrategy Michael Saylor percaya Bitcoin pada akhirnya bisa melampaui kapitalisasi pasar emas pada tahun 2035. Dengan Bitcoin saat ini bernilai sekitar $1,85 triliun dibandingkan emas $31,1 triliun, ini menunjukkan potensi kenaikan yang signifikan dalam dekade berikutnya.
Dalam jangka pendek, analis Michaël van de Poppe mengatakan permintaan yang kuat mengurangi risiko koreksi yang dalam. Ia menyoroti lebih dari $1 miliar aliran masuk ETF Bitcoin selama dua hari perdagangan pertama tahun ini. Meski konsolidasi singkat mungkin terjadi, ia melihat potensi pergerakan menuju level psikologis $100.000.
Zona Konsolidasi Harga BTC dan Risiko Kunci yang Perlu Diperhatikan
Meski tren bullish, likuiditas tetap menjadi risiko utama. Volume pasar spot masih relatif tipis, yang berarti perubahan sentimen secara tiba-tiba bisa memicu penurunan tajam.
Menurut Glassnode, Bitcoin saat ini berkonsolidasi antara $80.000 dan $95.000, dengan tekanan jual perlahan mereda. Aktivitas derivatif mulai meningkat, seiring open interest yang tumbuh secara hati-hati. Sementara itu, pasar opsi menunjukkan para trader bersiap menghadapi volatilitas jangka pendek sebelum pergerakan besar berikutnya.
Untuk saat ini, permintaan masih mendominasi. Jika aliran modal masuk terus berlanjut, tren secara keseluruhan masih mengarah ke atas.
Jangan Pernah Ketinggalan Berita Dunia Kripto!
Selalu terdepan dengan berita terkini, analisis ahli, dan pembaruan real-time tentang tren terbaru di Bitcoin, altcoin, DeFi, NFT, dan lainnya.
FAQs
Pasar naik karena aliran modal Tahun Baru yang segar, penjualan tax-loss yang mereda, sentimen yang membaik, dan minat institusi yang meningkat terhadap Bitcoin dan Ethereum.
Meningkatnya aktivitas derivatif sering menandakan ekspektasi pergerakan harga yang lebih besar. Bagi investor ritel, ini bisa menyebabkan pergerakan jangka pendek yang lebih tajam, meski tren keseluruhan tetap stabil.
Aliran masuk ETF yang berkelanjutan, data makroekonomi, dan perkembangan politik global kemungkinan akan membentuk arah pasar. Perlambatan aliran modal atau kejutan makro mendadak dapat menunda kenaikan lebih lanjut.
Harga yang lebih kuat dan partisipasi institusi dapat meningkatkan perhatian regulasi. Pembuat kebijakan mungkin mempercepat diskusi tentang pengawasan, standar kustodian, dan perlindungan investor seiring eksposur pasar yang tumbuh.

