Pada 6 Januari 2026, Canza Finance, pelopor di bidang Fintech di Afrika, mengumumkan bahwa lebih dari $131 juta dolar kumulatif telah diproses menggunakan Aptos Blockchain. Laporan ini menunjukkan peningkatan aktivitas transaksi sebesar 300% dibandingkan kuartal sebelumnya. Selain laporan tersebut, Canza memperkenalkan Canza Autonomous Payment Protocol (CAPP), sebuah solusi kecerdasan buatan untuk pemrosesan pembayaran di pasar uang seluler Afrika yang terfragmentasi.
Infrastruktur Blockchain untuk Merevolusi Pembayaran di Afrika
Pencapaian $131 juta ini bukan hanya sekadar angka utama, melainkan juga menandai kemajuan yang dicapai Canza Finance dalam membangun infrastruktur blockchain yang dapat digunakan oleh bisnis-bisnis di Afrika. Pertumbuhan ini menjadikan platform tersebut sebagai solusi berarti bagi tantangan pembayaran lintas negara yang telah lama ada di benua ini, di mana sistem lama sering kali lambat, mahal, dan tidak dapat diandalkan.
Momentum ini berkembang seiring dengan Aptos yang menjadi blockchain Layer-1 terbesar keempat berdasarkan sirkulasi bersih USDT asli, senilai sekitar $830 juta. Dengan biaya transaksi rata-rata kurang dari $0.0008, Aptos sangat ideal untuk volume transaksi tinggi yang sering terjadi namun bernilai rendah, yang menjadi ciri khas perdagangan berbasis seluler di Afrika.
Model stablecoin dari Canza menjadi alternatif jelas bagi bisnis-bisnis Afrika yang dibebani dengan saluran pembayaran lintas negara yang mahal. Pembayaran lintas negara di Afrika diperkirakan mencapai sekitar 8,9% per transaksi, jauh lebih tinggi dari rata-rata global. Dengan menggunakan infrastruktur blockchain, Canza menargetkan biaya mendekati 1%, membuka peluang perdagangan global bagi usaha kecil dan menengah.
Memperkenalkan CAPP – Inovasi Pembayaran Berbasis AI
Peluncuran Canza Autonomous Payment Protocol oleh Canza Finance lebih signifikan daripada sekadar volume transaksi. Tonggak ini menandai perubahan strategis dalam cara infrastruktur blockchain dapat menyelesaikan tantangan nyata pada sistem pembayaran di pasar negara berkembang. Sistem berbasis AI ini merupakan langkah maju dari sekadar eksperimen menuju alat keuangan yang praktis.
CAPP dirancang sebagai protokol AI multi agen yang menargetkan dua masalah utama dalam perdagangan Afrika: biaya tinggi dan penyelesaian yang lambat. Canza mengklaim dapat memangkas biaya pemrosesan hingga 90% serta menyelesaikan pembayaran dalam waktu kurang dari satu menit, sebuah peningkatan besar untuk ekosistem uang seluler Afrika yang pada tahun 2020 menangani transaksi sebesar $562 miliar.
Arsitektur berbasis AI memungkinkan CAPP menavigasi infrastruktur pembayaran yang terfragmentasi di antara negara, mata uang, dan penyedia pembayaran di Afrika. Protokol ini akan memastikan pengalaman yang mulus dan patuh terhadap peraturan lokal bagi pedagang dan konsumen dengan mengotomatisasi proses routing dan optimasi.
Strategi Posisi di Pasar Blockchain Afrika yang Tumbuh Pesat
Keberhasilan Canza Finance merupakan bagian dari tren adopsi blockchain yang lebih luas di Afrika dan khususnya dalam sektor fintech. Perusahaan blockchain Afrika mengumpulkan dana sebesar $474 juta pada tahun 2022, meningkat 429% dari tahun ke tahun, merupakan pertumbuhan pendanaan paling signifikan di seluruh dunia.
Didirikan pada tahun 2019 oleh Pascal Ntsama dan Oyedeji Oluwoye, Canza Finance telah mengumpulkan sekitar $5,5 juta dari investor besar seperti Polychain Capital, Protocol Labs, dan Blizzard Fund dari Avalanche. Ragam produk perusahaan ini tidak hanya berhenti pada pemrosesan pembayaran sederhana, karena bursa Baki mereka memungkinkan bisnis memperdagangkan mata uang Afrika terhadap stablecoin dolar pada kurs resmi bank sentral.
Kesimpulan
Canza Finance berada di garis terdepan revolusi pembayaran blockchain di Afrika, mencapai pencapaian luar biasa sebesar $131 juta bersamaan dengan peluncuran CAPP. Kuartal ini mencatat pertumbuhan 300% yang mengesankan dan solusi inovatif berbasis AI dari perusahaan tersebut mampu memenuhi kebutuhan nyata dalam pemrosesan pembayaran; sehingga, Canza Finance sangat siap untuk merebut porsi besar pasar perdagangan digital yang berkembang pesat di Afrika. Seiring semakin banyaknya bisnis Afrika yang menyadari keuntungan menggunakan stablecoin, sistem pembayaran lintas negara berbasis blockchain akan menjadi fase masa depan dalam pengembangan inklusi keuangan di Asia.
