Bitget App
Trading lebih cerdas
Beli kriptoPasarTradingFuturesEarnWawasanSelengkapnya
Iklim Global yang Tidak Stabil Sinyalkan Fase Baru Lonjakan Saham Pertahanan

Iklim Global yang Tidak Stabil Sinyalkan Fase Baru Lonjakan Saham Pertahanan

101 finance101 finance2026/01/10 13:57
Tampilkan aslinya
Oleh:101 finance

Saham Pertahanan Melonjak di Tengah Ketidakpastian Global

Fotografer: Nick Paleologos/Bloomberg

Memasuki tahun 2026 dengan meningkatnya ketegangan geopolitik, para investor di seluruh Eropa dan Asia semakin optimis terhadap prospek saham sektor pertahanan.

Konflik yang Meningkat dan Langkah Politik Mendorong Sentimen Pasar

Konflik yang sedang berlangsung di Ukraina semakin intensif dengan permusuhan yang kembali memanas pada Januari ini, menandai musim dingin peperangan yang berat. Namun, guncangan paling signifikan datang dari Amerika Serikat: intervensi dramatis di Venezuela dan klaim berulang dari mantan Presiden Donald Trump bahwa AS seharusnya menguasai Greenland, bukan sekutunya di NATO, Denmark, telah mengguncang pasar global.

Berita Utama dari Bloomberg

    “Ini adalah pengingat nyata bahwa AS, sekutu yang krusial, mungkin tidak selalu dapat diandalkan,” ujar Aneeka Gupta, direktur riset makroekonomi di WisdomTree. “Upaya penguatan kembali pertahanan tidak hanya harus ditingkatkan, tetapi juga dipercepat.”

    Fotografer: Nick Paleologos/Bloomberg

    Saham Pertahanan Menguat di Seluruh Eropa dan Asia

    Perusahaan pertahanan Eropa yang dipantau oleh Goldman Sachs mengalami kenaikan harga saham yang tajam pada Januari, karena para investor memperkirakan pemerintah akan meningkatkan anggaran militer sebagai respons terhadap dunia yang semakin tidak stabil. Ini mengikuti lonjakan luar biasa sebesar 90% pada tahun 2025, dengan tren serupa terlihat di Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan.

    Usulan Trump untuk menaikkan anggaran pertahanan AS sebesar $500 miliar semakin memicu optimisme, karena potensi manfaatnya diperkirakan tidak hanya dirasakan oleh perusahaan AS. Strategis Bank of America, Michael Hartnett, menyoroti percakapan dengan klien yang berbasis di London yang menggambarkan pertahanan sebagai “tema ekuitas jangka panjang paling menarik secara global.”

    Analis Morningstar memprediksi bahwa saham pertahanan Eropa di bawah cakupan mereka dapat meningkat rata-rata 20% tahun ini, meskipun kinerjanya akan bergantung pada kondisi ekonomi domestik dan eksposur ke belanja AS. Analis Loredana Muharremi mencatat bahwa retorika Trump mengenai Greenland kemungkinan akan mempercepat langkah Eropa menuju kemandirian pertahanan yang lebih besar.

    Pemain Kunci dan Unggulan Regional

    Rheinmetall AG dari Jerman muncul sebagai pilihan utama di kalangan investor, membangun kenaikan rekor 150% pada tahun 2025 dengan peningkatan lebih lanjut pada Januari ini. Manajer portofolio Vera Diehl dari Union Investment Privatfonds GmbH mengunggulkan Rheinmetall, sekaligus mengidentifikasi Saab AB dan Kongsberg Gruppen ASA sebagai pihak yang kemungkinan diuntungkan dari meningkatnya ketegangan terkait Greenland karena kedekatan geografis mereka. “Sikap Trump yang semakin agresif mengindikasikan akan ada lebih banyak perkembangan ke depan,” tambahnya.

    Aktivitas IPO dan Momentum Asia

    Kinerja kuat saham pertahanan mendorong beberapa perusahaan pertahanan terbesar Eropa mempertimbangkan penawaran umum perdana. Czechoslovak Group AS, produsen utama kendaraan lapis baja dan amunisi milik miliarder Michal Strnad, dilaporkan sedang mempertimbangkan IPO di Amsterdam secepat minggu depan.

    Di Asia, tema pertahanan dan keamanan dengan cepat menarik perhatian investor, dengan ekspektasi bahwa kawasan ini akan mendapat keuntungan dari meningkatnya permintaan ekspor. Hanwha Aerospace Co. dari Korea Selatan melonjak hampir 30% bulan ini setelah nilainya naik tiga kali lipat tahun lalu, sementara Hyundai Rotem Co. naik 16%. Aerospace Industrial Development Corp. dari Taiwan dan Howa Machinery Ltd. dari Jepang juga termasuk di antara yang berkinerja terbaik di kawasan ini.

    Wawasan Ahli tentang Pertumbuhan Pertahanan Global

    Weiheng Chen, ahli strategi investasi global di JPMorgan Private Bank, berkomentar, “Kami optimis terhadap pemasok pertahanan besar, khususnya di Korea Selatan, seiring mereka memperluas ekspor dan penjualan internasional untuk memanfaatkan peningkatan pengeluaran pertahanan global.”

    Cha So-Yoon, manajer investasi ekuitas di Taurus Asset Management di Seoul, memperkirakan Hanwha Aerospace dan Hyundai Rotem akan mendapatkan kontrak ekspor signifikan dari negara-negara seperti Irak dan Arab Saudi tahun ini.

    Saham Pertahanan AS dan Dampak Kebijakan

    Perusahaan pertahanan Amerika juga melihat saham mereka naik pada Januari, dengan indeks kontraktor AS Goldman Sachs mencatat kenaikan setelah lonjakan 30% pada tahun 2025. Namun, rencana Trump untuk membatasi pembelian kembali saham dan dividen di sektor ini telah meredam sebagian antusiasme.

    Beberapa analis percaya bahwa pembatasan ini justru dapat menguntungkan perusahaan pertahanan non-AS. Alessandro Pozzi dari Mediobanca dan timnya mencatat bahwa pembatasan pengembalian modal mungkin mengurangi minat investor pada saham pertahanan AS, sehingga perusahaan Eropa seperti BAE Systems Plc dan Leonardo SpA menjadi lebih menarik, mengingat eksposur mereka yang signifikan terhadap anggaran pertahanan AS.

    Risiko dan Kekhawatiran Valuasi

    Terlepas dari prospek yang kuat, terdapat potensi hambatan. Terobosan diplomatik di Ukraina dapat menurunkan permintaan terhadap saham pertahanan. Selain itu, reli baru-baru ini telah mendorong valuasi pertahanan Eropa ke tingkat tertinggi secara historis dibandingkan tolok ukur kawasan.

    Tahun lalu, kenaikan di sektor ini melambat pada paruh kedua saat investor menunggu bukti bahwa peningkatan belanja pemerintah akan diterjemahkan menjadi pendapatan perusahaan yang lebih tinggi.

    Saat ini, konsensusnya adalah bahwa anggaran militer perlu terus meningkat seiring eskalasi risiko geopolitik.

    “Prospek jangka panjang sektor ini tetap kuat selama negara-negara terus memprioritaskan otonomi dan modernisasi kemampuan pertahanan mereka,” kata Fabien Benchetrit, kepala alokasi target untuk Prancis dan Eropa Selatan di BNP Paribas.

    Lebih Banyak dari Bloomberg Businessweek

      ©2026 Bloomberg L.P.

      0
      0

      Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.

      PoolX: Raih Token Baru
      APR hingga 12%. Selalu aktif, selalu dapat airdrop.
      Kunci sekarang!
      © 2025 Bitget