-
Harga SUI dan SEI sedang mengalami konsolidasi dalam rentang tertentu, yang diyakini akan menghasilkan aksi harga yang kuat
-
SUI terus menunjukkan tren naik sementara SEI masih terjebak dalam struktur menurun, memunculkan pertanyaan tentang Layer-1 mana yang akan breakout terlebih dahulu.
Sejak awal 2025, harga SUI dan SEI keduanya telah berpindah ke fase konsolidasi setelah gelombang pergerakan arah yang kuat. SUI melonjak lebih dari 40%, sementara SEI naik hampir 25%, namun kedua token tersebut mengalami penurunan sekitar 9% hingga 12% dan memasuki fase konsolidasi. Dalam beberapa sesi terakhir, rentangnya semakin menyempit, volume menurun, dan indikator momentum mulai stabil, sebuah kombinasi yang sering kali mendahului breakout yang menentukan.
Fokus sekarang beralih ke struktur dan momentum untuk menilai Layer-1 mana yang berpotensi breakout terlebih dahulu. Selain itu, breakout ini bisa memberikan kenaikan signifikan setelah berhasil keluar dari tekanan harga yang terus berlangsung.
Analisis Harga SUI: Bisakah Bull Memicu Kenaikan 100%?
Sejak awal, harga SUI tetap tinggi, bertahan di sepanjang garis tren naik yang menjadi level support kuat. Namun, harga telah mencapai level pembalikan tren penting yang dapat mengubah arah reli harga SUI jika didukung oleh volume yang kuat. Namun, crypto ini menghadapi resistensi di $1,87, sehingga breakout dari rentang ini bisa sangat penting untuk kelanjutan tren bullish.
Grafik mingguan SUI menunjukkan harga bertahan dalam channel paralel naik, menandakan struktur bullish yang lebih luas masih terjaga. Penurunan baru-baru ini tetap menghormati garis tren bawah di kisaran $1,70–$1,75, menunjukkan bahwa pembeli terus mempertahankan level terendah yang lebih tinggi. Indikator momentum mulai stabil, sementara OBV menunjukkan tanda-tanda awal akumulasi. Penutupan mingguan yang meyakinkan di atas $1,90 dapat mengonfirmasi breakout dan membuka target kenaikan ke sekitar $2,50, diikuti $3,20. Jika gagal bertahan di support channel, maka tesis bullish akan tertunda namun tidak langsung batal.
Analisis Harga SEI: Bisakah SEI Mencapai $0,2?
Harga SEI, sebaliknya, tetap terperangkap dalam channel paralel menurun sejak 2024 dan telah memantul dari support. Tren ini tampak sangat mirip dengan awal 2025 yang menunjukkan rebound lalu turun kembali, membentuk kurva terbalik. Saat ini, volume penjualan mulai berkurang dengan peningkatan likuiditas yang cukup signifikan. Oleh karena itu, menarik untuk melihat bagaimana aksi harga selanjutnya akan berkembang.
Harga SEI terus diperdagangkan dalam channel menurun, mencerminkan tekanan bearish yang berkelanjutan pada time frame yang lebih tinggi. Harga tetap di bawah resistensi mid-range sekitar $0,19–$0,20, sementara CMF tetap negatif, menandakan arus modal keluar. MACD juga belum memberikan konfirmasi crossover bullish, menyoroti momentum yang lebih lemah dibandingkan SUI. Agar SEI bisa menjadi bullish, reclaim kuat di $0,20 sangat diperlukan. Hingga saat itu, risiko penurunan tetap ada menuju $0,12–$0,10, membuat SEI secara struktur tertinggal dalam perlombaan breakout.
Token Mana yang Bisa Breakout Terlebih Dahulu?
Dari sudut pandang trader, Sui saat ini memiliki keunggulan struktur. Harga terkompresi di dalam channel naik, level terendah yang lebih tinggi tetap terjaga, dan risiko penurunan jelas didefinisikan di dekat support channel. Ini mendukung skenario breakout terlebih dahulu, terutama jika volume bertambah pada pergerakan di atas $1,90.
Sementara itu, Sei masih berada dalam struktur korektif. Setiap upaya kenaikan tanpa reclaim $0,20 berisiko dijual kembali. Untuk para trader, SUI menawarkan setup breakout yang lebih jelas, sementara SEI lebih cocok untuk strategi reaktif setelah konfirmasi.

