Bitget App
Trading lebih cerdas
Beli kriptoPasarTradingFuturesEarnWawasanSelengkapnya
Insentif stablecoin dan perlindungan DeFi menjadi inti dari proposal terbaru Senat tentang struktur pasar

Insentif stablecoin dan perlindungan DeFi menjadi inti dari proposal terbaru Senat tentang struktur pasar

101 finance101 finance2026/01/13 06:08
Tampilkan aslinya
Oleh:101 finance

RUU Regulasi Kripto Senat: Wawasan dan Perkembangan Utama

Versi terbaru dari RUU regulasi kripto yang diusulkan oleh Senat Amerika Serikat mengungkap keputusan penting terkait keuangan terdesentralisasi (DeFi) dan imbal hasil stablecoin. Namun, draf tersebut tidak membahas beberapa topik utama, seperti apakah pejabat pemerintah dapat mengambil keuntungan finansial dari keterlibatan dalam bisnis terkait kripto saat masih menjabat sebagai pejabat publik.

Dokumen setebal 278 halaman ini diumumkan tak lama setelah tengah malam oleh Ketua Komite Perbankan Senat, Tim Scott, dan langsung dianalisis oleh pelobi industri. RUU ini bertujuan memperjelas peran lembaga federal—termasuk U.S. Securities and Exchange Commission (SEC) dan Commodity Futures Trading Commission (CFTC)—dalam mengawasi sektor kripto.

Versi terbaru ini merupakan pengembangan dari draf sebelumnya yang telah diedarkan di antara para pelaku industri awal pekan ini. Legislasi ini dijadwalkan untuk ditinjau oleh Komite Perbankan Senat akhir pekan ini.

Para legislator akan membahas dan mengusulkan perubahan pada RUU tersebut pada hari Kamis, dengan batas waktu pengajuan amandemen hingga Selasa malam. Sementara itu, Komite Pertanian Senat akan mengadakan sesi serupa akhir bulan ini, setelah penundaan oleh ketuanya, Senator John Boozman. Kedua komite tersebut harus memajukan RUU mereka masing-masing sebelum Senat secara keseluruhan dapat mempertimbangkannya.

Klausul Imbal Hasil Stablecoin

Setelah negosiasi panjang antara sektor kripto dan perwakilan perbankan, RUU ini akhirnya membahas isu kontroversial seputar imbal hasil dan hadiah stablecoin.

Menurut draf tersebut, "Penyedia layanan aset digital tidak boleh membayar bunga atau imbal hasil dalam bentuk apa pun (baik tunai, token, maupun bentuk lain) semata-mata karena memegang payment stablecoin." Namun, pembatasan ini tidak berlaku untuk hadiah atau insentif yang didasarkan pada aktivitas tertentu, seperti transaksi. Bahasa ini mencerminkan kompromi yang diusulkan oleh Senator Angela Alsobrooks, yang bertujuan untuk melindungi model pengambilan simpanan tradisional bank komunitas.

Sumber yang mengetahui diskusi tersebut menyebutkan bahwa Coinbase, salah satu suara terdepan di industri, memandang usulan Alsobrooks sebagai langkah konstruktif untuk menyelesaikan poin utama dalam negosiasi.

RUU ini mengadopsi definisi "penyedia layanan aset digital" dari GENIUS Act, yang mencakup bursa, kustodian, dan penerbit.

Isu Etika yang Belum Dibahas

Draf saat ini tampaknya tidak memasukkan langkah-langkah terkait isu etika yang diangkat oleh Demokrat di komite tahun lalu, terutama yang berkaitan dengan mantan Presiden Donald Trump dan hubungan keluarganya dengan berbagai perusahaan kripto.

Pengawasan Sekuritas dan Definisi

Draf ini menguraikan bagaimana SEC harus mengatur sekuritas, membahas keuangan ilegal, DeFi, perbankan, dan mendorong "inovasi regulasi yang bertanggung jawab."

Draf ini memperkenalkan klasifikasi "ancillary asset" dari Senat, sebuah konsep yang tidak ada dalam versi legislasi dari House. Dengan demikian, House harus menyetujui bahasa dari Senat atau menegosiasikan kompromi.

Bagian lain memperjelas bahwa "network tokens"—termasuk aset digital apa pun yang saat ini menjadi bagian dari exchange-traded fund (ETF)—tidak akan dianggap sebagai ancillary assets atau sekuritas. Hal ini menunjukkan bahwa cryptocurrency seperti XRP, Solana (SOL), dan LINK dari Chainlink, antara lain, tidak secara otomatis diklasifikasikan sebagai sekuritas.

Pengawasan DeFi dan Perlindungan untuk Pengembang

RUU ini memperkenalkan bagian baru yang dikhususkan untuk regulasi DeFi. Sementara draf parsial sebelumnya tidak menyebutkan Blockchain Regulatory Certainty Act—yang diperkenalkan oleh Senator Cynthia Lummis dan Ron Wyden—peraturan tersebut kini disertakan dalam versi final.

Klausul tambahan untuk pengembang juga ada, meskipun reaksi awal dari para pelaku DeFi menyatakan bahwa perlindungan ini mungkin kurang kuat dibandingkan draf sebelumnya, namun tidak sepenuhnya dihapus seperti yang diinginkan oleh pelobi keuangan tradisional.

Permintaan Tinjauan Lebih Lanjut

Pada hari Senin, Senator Jack Reed, Tina Smith, dan Chris Van Hollen mengirim surat kepada Ketua Tim Scott, meminta diadakannya sidang untuk memperdebatkan RUU ini sebelum sesi markup pada hari Kamis.

Surat tersebut menekankan, "Jika markup berlangsung sesuai jadwal, Anggota Komite hanya memiliki waktu 48 jam untuk meninjau teks dan kurang dari 24 jam untuk menyiapkan amandemen sebelum diminta memberikan suara. Kami tidak seharusnya diminta memberikan suara tanpa waktu yang cukup untuk menganalisis dan meninjau teks... Ini mungkin undang-undang paling signifikan yang dipertimbangkan oleh Komite abad ini."

Pembaruan (13 Jan, 05:36 UTC): Komite telah merilis teks lengkap dari RUU tersebut.

0
0

Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.

PoolX: Raih Token Baru
APR hingga 12%. Selalu aktif, selalu dapat airdrop.
Kunci sekarang!
© 2025 Bitget