Bitcoin semakin terlepas dari pasokan uang global M2, analis berbeda pendapat tentang prospek tahun 2026
Menurut berita dari ChainCatcher, sejak pertengahan tahun 2025, Bitcoin mulai terlepas dari pertumbuhan pasokan uang global M2 (yaitu total jumlah uang yang beredar di pasar, termasuk uang tunai, simpanan giro, simpanan berjangka, dan lain-lain), dan tren ini menjadi semakin jelas pada awal 2026. Secara historis, korelasi antara keduanya pernah menjadi dasar prediksi bullish, namun kini para analis sangat berbeda pendapat mengenai fenomena ini.
Laporan Fidelity Digital Assets pada bulan Januari tetap optimis, dengan keyakinan bahwa seiring dimulainya siklus pelonggaran moneter global dan berakhirnya rencana QT Federal Reserve, tingkat pertumbuhan M2 akan terus meningkat pada tahun 2026, yang akan memberikan sentimen positif bagi harga Bitcoin. Analis MartyParty memprediksi harga Bitcoin akan rebound dan mengejar pertumbuhan M2.
Namun, Mister Crypto menunjukkan bahwa pelepasan harga Bitcoin dari M2 biasanya menandai puncak pasar, yang kemudian akan memasuki pasar bearish selama 2-4 tahun. Pendiri Capriole Investments berpendapat bahwa pelepasan ini mencerminkan risiko komputasi kuantum yang dapat membobol enkripsi Bitcoin. Meskipun terdapat ketidakpastian, investor tetap memandang Bitcoin sebagai alat penyimpan nilai jangka panjang.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Tokenomics FIGHT Terungkap: Total Pasokan 10 Miliar, Bagian Komunitas 57%
Analis: Dukungan Kunci Bitcoin di $81.700, Resistensi di Sekitar $101.000
