Bitget App
Trading lebih cerdas
Beli kriptoPasarTradingFuturesEarnWawasanSelengkapnya
BP mengungkapkan kerugian sebesar £3,7 miliar akibat kegagalan transisi net zero

BP mengungkapkan kerugian sebesar £3,7 miliar akibat kegagalan transisi net zero

101 finance101 finance2026/01/14 11:20
Tampilkan aslinya
Oleh:101 finance

Pergeseran BP Menuju Energi Hijau Mengakibatkan Kerugian Finansial Besar

BP akan menanggung biaya keuangan sebesar $5 miliar (£3,7 miliar) setelah upayanya untuk bertransisi ke emisi nol bersih tidak berhasil seperti yang direncanakan.

Raksasa energi tersebut mengungkapkan penghapusan nilai signifikan ini dalam pembaruan perdagangan terbaru, yang menyebabkan harga sahamnya turun hingga 1% selama aktivitas pasar pagi hari.

Menurut BP, kerugian ini terutama terkait dengan divisi gas dan energi rendah karbonnya.

Pengumuman ini mengikuti keputusan BP untuk mengurangi ambisi nol bersihnya yang mahal, sebuah langkah yang dipengaruhi oleh tekanan pemegang saham untuk mempertimbangkan kembali strateginya.

Latar Belakang: Perubahan Strategi Secara Drastis

Pada tahun 2020, CEO saat itu Bernard Looney memperkenalkan rencana berani untuk memangkas produksi minyak BP sebesar 40% dan mencapai emisi karbon nol bersih pada tahun 2050, menjadikan perusahaan ini berbeda dari para pesaingnya.

Namun, transisi ke energi terbarukan ini tidak memberikan hasil yang diharapkan, dan kinerja saham BP tertinggal di belakang para pesaingnya. Sejak kepergian Looney pada tahun 2023, perusahaan secara bertahap menjauh dari visinya.

Mengurangi Investasi Hijau

BP telah membatalkan rencana pembangunan fasilitas biofuel di Rotterdam dan Lingen, menjual sepuluh ladang angin darat di Amerika Serikat, menghentikan investasi pada angin lepas pantai, dan mengumumkan niat untuk melepas sebagian besar kepemilikannya di perusahaan surya Lightsource.

Selain itu, BP juga telah menarik diri dari proyek hidrogen yang direncanakan di Inggris.

Maurizio Carulli, analis energi di Quilter Cheviot, menggambarkan penurunan nilai ini sebagai konsekuensi dari dorongan BP sebelumnya yang kontroversial ke sektor energi terbarukan.

Perubahan Kepemimpinan dan Arah Baru

Bulan lalu, BP secara tak terduga memberhentikan Murray Auchincloss dari posisi CEO setelah kurang dari dua tahun, dan menunjuk Meg O’Neill sebagai CEO perempuan pertama perusahaan.

O’Neill dikenal dengan sikap tegasnya terhadap kebijakan iklim dan membawa pengalaman luas dari peran sebelumnya di ExxonMobil. Awal tahun ini, ia mengkritik generasi muda atas penentangan mereka terhadap sektor bahan bakar fosil, menyebutnya sebagai kemunafikan.

Kepemimpinannya bertepatan dengan upaya ketua baru Albert Manifold untuk mempercepat kembalinya BP fokus pada minyak dan mendorong pemulihan, setelah kritik dari investor aktivis seperti Elliott Management terkait lambatnya perubahan di bawah Auchincloss.

O’Neill akan menjadi CEO ketiga BP dalam hanya dua setengah tahun ketika ia resmi mengambil jabatan tersebut pada bulan April.

Prospek Keuangan dan Kondisi Pasar

BP mengumumkan bahwa mereka memperkirakan akan mencatat penurunan nilai sebesar $4 miliar hingga $5 miliar yang terkait dengan bisnis-bisnis yang berfokus pada transisi.

Meski perusahaan kembali mengarahkan fokus ke bahan bakar fosil, BP dan rekan FTSE 100-nya, Shell, keduanya memperingatkan hasil perdagangan minyak yang lebih lemah akibat turunnya harga minyak mentah di akhir tahun lalu.

Dari sisi positif, BP melaporkan penurunan lebih lanjut pada utangnya, dengan utang bersih turun menjadi antara $22 miliar dan $23 miliar pada akhir tahun, dari $26,1 miliar pada akhir September.

Ke Depan

BP dijadwalkan merilis hasil keuangan kuartal keempatnya pada 10 Februari.

0
0

Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.

PoolX: Raih Token Baru
APR hingga 12%. Selalu aktif, selalu dapat airdrop.
Kunci sekarang!
© 2025 Bitget