Bitget App
Trading lebih cerdas
Beli kriptoPasarTradingFuturesEarnWawasanSelengkapnya
Trump Membentuk Prosedur untuk Melindungi Mineral Esensial Setelah Investigasi Perdagangan

Trump Membentuk Prosedur untuk Melindungi Mineral Esensial Setelah Investigasi Perdagangan

101 finance101 finance2026/01/14 21:37
Tampilkan aslinya
Oleh:101 finance

AS Memperkenalkan Strategi Baru untuk Mengamankan Impor Mineral Kritis

Kredit Foto: Anna Moneymaker/Getty Images

Washington, D.C. — Presiden Donald Trump telah meluncurkan kerangka kerja baru yang bertujuan untuk melindungi akses Amerika Serikat terhadap mineral penting yang diimpor, setelah evaluasi menyeluruh mengenai apakah ketergantungan pada sumber luar negeri menimbulkan risiko bagi keamanan nasional.

Pada acara penandatanganan di Gedung Putih pada hari Rabu, Staff Secretary Will Scharf menjelaskan, “Inisiatif ini membangun sistem bagi AS untuk memperkuat dan mengamankan rantai pasokan global untuk mineral vital dan produk yang dihasilkan dari mineral tersebut.”

Baik Presiden Trump maupun Scharf tidak merinci apakah proses baru ini akan melibatkan tarif yang lebih tinggi pada elemen tanah jarang, dan informasi lebih lanjut tentang implementasi rencana tersebut belum segera disediakan. Gedung Putih diharapkan akan merilis detail lebih lanjut nanti pada hari yang sama.

Langkah ini diambil saat Trump menghadapi tekanan yang meningkat untuk bertindak setelah China—yang bertanggung jawab atas pemrosesan mayoritas mineral kritis dunia—membatasi ekspor tanah jarang yang penting untuk sektor teknologi canggih selama ketegangan dagang tahun lalu.

Pengamat industri telah menantikan hasil investigasi Departemen Perdagangan terhadap mineral kritis, yang dimulai pada bulan April di bawah Bagian 232 dari Trade Expansion Act. Otoritas hukum ini dapat memungkinkan pemerintah untuk memperkenalkan kembali tarif jika Mahkamah Agung membatalkan bea masuk global yang sudah diterapkan oleh Trump.

Namun, penerapan tarif baru dapat membahayakan perjanjian dagang yang dicapai musim gugur lalu antara Trump dan Presiden China Xi Jinping, yang mencakup komitmen untuk mengurangi pajak impor dan melonggarkan pembatasan ekspor.

Kebijakan ini juga dapat memengaruhi pasokan uranium, sumber daya yang semakin penting karena AS berupaya memperluas produksi energi nuklir dengan cepat untuk memenuhi permintaan listrik yang melonjak akibat teknologi kecerdasan buatan.

Tantangan besar bagi pemerintah adalah produksi domestik dari banyak bahan mentah ini yang terbatas, yang dapat mempersulit upaya mengurangi ketergantungan pada sumber luar negeri jika tarif diberlakukan.

Secara historis, para ahli perdagangan berpendapat bahwa tarif dimaksudkan untuk melindungi industri domestik yang sudah mapan, memastikan mereka dapat berkembang dengan mencegah pesaing asing membanjiri pasar AS dan melemahkan bisnis Amerika.

Mengingat China memproses lebih dari 80% tanah jarang global dan Kazakhstan mendominasi produksi uranium, masih belum pasti bagaimana perusahaan AS akan mendapatkan manfaat, karena pasokan domestik yang minim berarti ketergantungan pada impor tetap berlanjut.

©2026 Bloomberg L.P.

0
0

Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.

PoolX: Raih Token Baru
APR hingga 12%. Selalu aktif, selalu dapat airdrop.
Kunci sekarang!
© 2025 Bitget