Mengapa harga saham Salesforce turun 10% sejauh tahun ini
Salesforce Menghadapi Penurunan Saham yang Berkelanjutan Meski Ada Langkah Kepemimpinan
Meskipun CEO Salesforce (CRM) Marc Benioff menjalin hubungan yang lebih erat dengan pemerintahan Trump, saham perusahaan ini tetap mengalami penurunan.
Sepanjang tahun ini, saham Salesforce telah turun sekitar 10%, karena kekhawatiran investor bahwa kemajuan AI seperti ChatGPT dari OpenAI dapat mengganggu industri perangkat lunak. Di antara konstituen Dow Jones Industrial Average, Salesforce menjadi yang berkinerja terlemah.
Pada tahun 2025, saham Salesforce anjlok sebesar 24%, sementara pesaing lamanya, Microsoft, mengalami kenaikan sebesar 14%. Indeks Nasdaq Composite melonjak 36% pada periode yang sama.
Analis JP Morgan, Mark Murphy, baru-baru ini memperingatkan klien, “Salesforce sedang menavigasi transisi yang kompleks selama 12 hingga 18 bulan. Meskipun metrik internal tampaknya mulai stabil atau membaik, perubahan ini mungkin tidak langsung tercermin pada indikator utama yang diperhatikan investor, seperti pendapatan dan cRPO.”
Murphy memprediksi bahwa saham Salesforce tidak mungkin pulih hingga paruh kedua tahun ini.
Upaya Perusahaan untuk Menghidupkan Kembali Kinerja
Salesforce telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan harga sahamnya. Pada acara Dreamforce September lalu, perusahaan ini menampilkan Agentforce—inisiatif agen AI—dengan menyoroti peningkatan produktivitas bagi klien besar seperti PepsiCo dan Dell.
Pada bulan Desember, Salesforce menaikkan proyeksi pendapatan dan laba yang disesuaikan untuk tahun fiskal 2026.
Pendapatan berulang tahunan Agentforce melampaui $500 juta pada kuartal ketiga tahun fiskal, menandai peningkatan lebih dari empat kali lipat dari tahun sebelumnya.
Keterlibatan Politik Benioff
Sepanjang tahun 2025, Benioff berupaya memperkuat hubungannya dengan Presiden Trump, karena Salesforce memiliki kontrak pemerintah yang signifikan. Ia terlihat bersama para pemimpin bisnis lain dalam jamuan kenegaraan yang diadakan oleh Raja Charles untuk Trump pada bulan September.
Sesaat sebelum Dreamforce, Benioff mengatakan kepada New York Times bahwa ia mendukung pengerahan pasukan Garda Nasional ke San Francisco—pernyataan yang kemudian ia lunakkan setelah mendapat reaksi negatif dari eksekutif lain. Pernyataan tersebut secara luas diartikan sebagai dukungan untuk Trump.
Tantangan Masih Membayangi Saham Salesforce
Terlepas dari upaya ini, saham Salesforce masih menghadapi tekanan. Para investor tetap enggan membeli, bahkan dengan harga yang lebih rendah, hingga perusahaan dapat menunjukkan keuntungan finansial yang signifikan dari Agentforce dan menunjukkan kemajuan menuju target tahun fiskal 2030 yang ambisius. Pengelolaan biaya yang lebih baik juga diperlukan.
Evolusi AI yang sangat cepat sedang membentuk ulang industri perangkat lunak dan ekspektasi investor. Penilaian di seluruh sektor telah disesuaikan ulang, sehingga semakin sulit bagi perusahaan untuk memenuhi proyeksi optimis.
Disrupsi AI dan Sentimen Investor
Banyak pihak di Wall Street yang mempertanyakan kebutuhan akan perusahaan perangkat lunak tradisional seiring alat AI seperti ChatGPT menjadi semakin mumpuni. Skeptisisme ini berdampak tidak hanya pada Salesforce, tetapi juga pada perusahaan seperti Adobe.
Pendukung Tetap Optimis
Meski menghadapi tantangan, Salesforce dan Benioff masih memiliki para pendukungnya. Seperti saham lainnya, pendapat tetap terbagi.
“Salesforce adalah perusahaan luar biasa dan akan mendapatkan manfaat dari AI. Mereka tetap fokus pada profitabilitas,” kata CEO Starboard Value Jeff Smith dalam wawancara di Yahoo Finance Invest.
Starboard Value menjadi salah satu pihak pertama yang secara terbuka mendesak Salesforce untuk melakukan perubahan operasional tiga tahun lalu, khususnya untuk membatasi akuisisi mahal yang menekan margin. Salesforce awalnya mematuhi, namun pada bulan Mei, perusahaan kembali melakukan akuisisi dengan mengeluarkan $8 miliar untuk membeli Informatica. Sejak mengumumkan kesepakatan tersebut pada 27 Mei 2025, saham Salesforce telah turun 13%.
Berdasarkan dokumen 13F, Starboard masih mempertahankan kepemilikan kecil di Salesforce.
Smith menambahkan, “Kinerja telah membaik sejak kami terlibat. Penilaian sudah turun, jadi ini bukan masalah eksekusi. Sektor perangkat lunak, terutama perusahaan bernilai yang tidak tumbuh 20%, telah menghadapi tekanan lebih besar. Salesforce masih mencapai pertumbuhan dua digit, meski tidak setinggi yang diharapkan sebagian orang. Kami yakin dengan posisi kami dan percaya perusahaan ini akan sukses.”
Brian Sozzi adalah Pemimpin Redaksi Eksekutif di Yahoo Finance dan bagian dari tim kepemimpinan redaksi.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Di mana ambisi Meta untuk metaverse gagal terpenuhi
Menargetkan pengiriman uang $900 miliar dapat mendorong crypto terbaik untuk dibeli pada 2026

ETH Terhenti & Pepe Turun, Pembakaran Koin Tahap 2 Zero Knowledge Proof Bisa Jadi Awal Ledakan 7000x!

Penggemar Kripto Menyaksikan Pemulihan HYPE Coin saat Penembusan Resistensi Utama Semakin Dekat
