Bitget App
Trading lebih cerdas
Beli kriptoPasarTradingFuturesEarnWawasanSelengkapnya
Bitcoin dianggap terlalu rentan: Jefferies bertaruh pada emas melawan ancaman kuantum

Bitcoin dianggap terlalu rentan: Jefferies bertaruh pada emas melawan ancaman kuantum

CointribuneCointribune2026/01/16 18:07
Tampilkan aslinya
Oleh:Cointribune

Bitcoin telah kehilangan sebagian daya tariknya di Wall Street. Aset yang dulu dianggap sebagai perwujudan modernitas finansial ini kini tidak lagi menarik perhatian para manajer utama seperti sebelumnya. Investor institusional tampaknya kembali memilih aset yang lebih nyata. Apakah ini hanya jeda sementara dalam hubungan antara dunia keuangan dan blockchain, atau awal dari perpisahan? Satu hal yang pasti: ketidakpercayaan telah tumbuh di kantor Jefferies.

Bitcoin dianggap terlalu rentan: Jefferies bertaruh pada emas melawan ancaman kuantum image 0

Singkatnya

  • Jefferies menghapus 10% bitcoin dari portofolionya, digantikan dengan emas fisik dan saham pertambangan.
  • Komputasi kuantum menimbulkan kekhawatiran tentang kerentanan besar kripto terhadap serangan di masa depan.
  • Developer seperti Adam Back dan Jameson Lopp melihat ancaman ini masih jauh, namun nyata.
  • Pasar kripto melakukan reorganisasi: kehati-hatian institusional, pembiayaan pasca-kuantum, dan kembali ke keamanan material.

Dari lonjakan ke kehati-hatian: ketika Jefferies membelakangi bitcoin

Pasar kripto tampak stabil setelah berbulan-bulan ketidakpastian, namun kepercayaan tetap rapuh. Christopher Wood, global strategist Jefferies, membuat keputusan yang menggemparkan: ia menghapus 10% bitcoin dari portofolio modelnya untuk diinvestasikan secara merata pada emas fisik dan saham pertambangan. Sebuah simbol yang kuat. Sosok yang pernah melihat BTC sebagai alternatif digital dari logam kuning kini percaya bahwa keamanan kriptografi jaringan dapat terancam oleh kemajuan komputasi kuantum.

Dalam surat Greed & Fear-nya, ia menyebut ancaman yang melampaui harga: hilangnya status “store of value” di kalangan investor institusional. 

Ada perdebatan yang sedang berlangsung tentang apakah akan “membakar” koin yang rentan terhadap kuantum atau tidak melakukan apa-apa dan mengambil risiko koin tersebut “dicuri” oleh entitas yang memiliki apa yang disebut CRQC (cryptographically relevant quantum computers). Masalahnya tampaknya adalah bahwa menghasilkan public key dari private key adalah operasi komputasi yang sederhana, sedangkan sebaliknya akan memerlukan waktu ribuan triliun tahun dengan superkomputer.

Christopher Wood

Baginya, risikonya bukan lagi teori. Di dunia di mana kekuatan komputasi meledak, emas kembali menjadi jangkar. Kembali ke materi dalam menghadapi volatilitas kode.

Senjata kuantum: tantangan eksistensial bagi dunia kripto

Perdebatan seputar “ancaman kuantum” bukanlah hal baru, namun kini skalanya semakin besar. Pada Februari 2025, Microsoft memperkenalkan chip Majorana 1, sebuah prototipe komputasi kuantum yang diklaim mempercepat datangnya Q-Day, hari di mana kriptografi saat ini akan digantikan. Sejak itu, komunitas kripto memantau perkembangan ini dengan cermat.

Sebuah studi memperkirakan 4 hingga 10 juta BTC berpotensi rentan terhadap serangan kuantum, hingga 50% dari total suplai. Kepala riset Coinbase, David Duong, memperkirakan hampir sepertiga bitcoin yang beredar — termasuk wallet dari era Satoshi — tetap terpapar risiko ini.

Para developer tetap tenang. Adam Back, CEO Blockstream, mengingatkan bahwa untuk memecahkan skema tanda tangan saat ini masih akan memerlukan waktu 20 hingga 40 tahun.

Di antara kehati-hatian institusional dan keyakinan teknis, jurangnya makin melebar. Dunia keuangan ingin mengantisipasi, dunia kripto ingin percaya pada jangka panjang.

Kripto, ketakutan dan reposisi: ketika emas kembali jadi tempat perlindungan mutlak

Bagi beberapa analis, keputusan Jefferies bukanlah vonis bagi bitcoin melainkan adaptasi terhadap zaman. Investor kripto menyaksikan alokasi ulang portofolio ke aset yang dianggap lebih stabil. Bahkan El Salvador telah memecah cadangan BTC-nya ke dalam 14 alamat berbeda untuk membatasi risiko eksposur.

Di lapangan, industri mulai berbenah. Project Eleven mengumpulkan 20 juta USD untuk mengembangkan alat keamanan siber pasca-kuantum. Dan dunia kripto tetap dinamis: di X, developer Jameson Lopp menulis pada Desember lalu:

Tidak, komputer kuantum tidak akan segera merusak Bitcoin 

Tapi sinyalnya jelas: pasar tengah mencari narasi baru. Emas kembali mendapatkan peran sebagai asuransi, sementara Bitcoin berusaha mempertahankan legitimasinya di dunia di mana bahkan qubit pun ikut bermain.

Angka kunci dalam pertempuran Bitcoin–kuantum

  • $94.803: harga BTC saat ini;
  • 10%: porsi Bitcoin yang dihapus dari portofolio Jefferies;
  • 4 hingga 10 juta BTC: estimasi stok yang rentan;
  • 20 juta USD: dana yang dikumpulkan Project Eleven untuk memperkuat keamanan kripto;
  • 14 alamat: manajemen baru cadangan Bitcoin El Salvador.

Para ahli Grayscale juga percaya bahwa ancaman kuantum masih jauh. Mereka menegaskan bahwa blockchain punya waktu dan alat untuk beradaptasi. Memang, solusi pasca-kuantum, seperti yang dikembangkan oleh Naoris, berkembang pesat untuk mempersiapkan masa depan di mana kriptografi harus berinovasi kembali.

Maksimalkan pengalaman Cointribune Anda dengan program "Read to Earn"! Untuk setiap artikel yang Anda baca, dapatkan poin dan akses hadiah eksklusif. Daftar sekarang dan mulai dapatkan manfaatnya.


0
0

Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.

PoolX: Raih Token Baru
APR hingga 12%. Selalu aktif, selalu dapat airdrop.
Kunci sekarang!
© 2025 Bitget