Bitget App
Trading lebih cerdas
Beli kriptoPasarTradingFuturesEarnWawasanSelengkapnya
Tidak ada yang benar-benar tertarik pada kendaraan listrik, tegas eksekutif dari perusahaan induk Vauxhall

Tidak ada yang benar-benar tertarik pada kendaraan listrik, tegas eksekutif dari perusahaan induk Vauxhall

101 finance101 finance2026/01/17 13:04
Tampilkan aslinya
Oleh:101 finance

Eksekutif Stellantis Memperingatkan Mandat Penjualan EV Mengancam Profitabilitas

Menurut seorang pemimpin senior di Stellantis, perusahaan induk Vauxhall, produsen mobil sedang berjuang untuk mendapatkan keuntungan di bawah regulasi yang mengharuskan mereka meningkatkan penjualan kendaraan listrik (EV). Eksekutif tersebut, Emanuele Cappellano, berpendapat bahwa tanpa penurunan harga yang signifikan atau insentif pemerintah, konsumen tidak mungkin membeli EV.

Cappellano, yang memimpin operasi Stellantis di Eropa, menyatakan bahwa permintaan organik untuk mobil listrik sangat minim. Ia memperingatkan bahwa kebijakan yang memaksa produsen mobil untuk memprioritaskan EV dapat mendorong industri ke dalam kerugian finansial.

Ia menjelaskan bahwa permintaan untuk kendaraan listrik biasanya hanya muncul ketika pemerintah memberikan subsidi atau ketika produsen memangkas harga dengan mengorbankan keuntungan mereka sendiri. Pernyataan Cappellano telah memicu perdebatan, dengan pendukung EV menyalahkan inflasi sebagai penyebab menurunnya keuntungan, bukan kendaraan itu sendiri.

Penolakan Industri Terhadap Regulasi yang Lebih Ketat

Sektor otomotif saat ini mendesak Partai Buruh untuk meninjau kembali aturan yang akan menghapuskan penjualan mobil bensin baru pada 2030 dan secara bertahap menghapus hybrid pada 2035. Eropa telah melonggarkan regulasi serupa, memungkinkan lebih banyak model hybrid tetap ada di pasar lebih lama.

Stellantis, yang memiliki merek seperti Citroen, Fiat, Peugeot, dan Jeep, merupakan salah satu produsen mobil terbesar di dunia. Cappellano menekankan bahwa lingkungan regulasi saat ini hampir tidak memberikan peluang untuk mendapat untung dan tidak sesuai dengan keinginan konsumen sebenarnya.

Dalam wawancara terbaru dengan media Prancis, ia menggambarkan situasinya sebagai pilihan antara terkena denda atau menjual kendaraan dengan kerugian. “Margin keuntungan di Eropa semakin menyusut dan hampir menjadi negatif. Ini masalah serius bagi kami. Tidak ada permintaan inheren untuk kendaraan listrik,” katanya. “Penjualan hanya meningkat ketika subsidi tersedia atau ketika produsen menurunkan harga dengan biaya mereka sendiri. Mendorong pangsa pasar EV yang lebih besar hanya akan menghasilkan kerugian bagi produsen mobil.”

Pandangan Beragam tentang Permintaan dan Profitabilitas EV

Pada hari Jumat, Porsche menjadi produsen mobil terbaru yang melaporkan perlambatan penjualan akibat permintaan yang lebih lemah dari perkiraan untuk model listrik. Namun, Tanya Sinclair, CEO Electric Vehicles UK, berpendapat bahwa inflasi adalah faktor utama yang menekan keuntungan, bukan peralihan ke EV. Ia mencatat bahwa minat konsumen terhadap kendaraan listrik tetap kuat, dengan harga yang semakin kompetitif, pilihan yang lebih banyak, dan kualitas kendaraan yang meningkat.

Banyak perusahaan mobil telah menyuarakan kekhawatiran bahwa target penjualan EV melampaui permintaan nyata. Stellantis sebelumnya telah memperingatkan bahwa regulasi Inggris dapat memaksanya mengurangi kehadiran di negara tersebut. Biaya baterai yang tinggi membuat banyak mobil listrik kurang menguntungkan untuk diproduksi dibandingkan mobil bensin atau hybrid.

Ada juga kekhawatiran yang meningkat tentang pangsa pasar produsen Tiongkok yang semakin besar, yang menawarkan kendaraan listrik dengan harga lebih terjangkau. Tren ini mendorong beberapa merek Barat untuk fokus pada model kelas atas.

Kebijakan dan Insentif Pemerintah

Di Inggris, Partai Buruh telah memberlakukan kembali larangan penjualan mobil bensin dan diesel baru mulai 2030, dengan hybrid akan dihapus secara bertahap pada 2035. Untuk mendorong adopsi EV, pemerintah telah memperkenalkan hibah hingga £3.750 untuk model tertentu, seperti Nissan Leaf.

Namun, Society of Motor Manufacturers and Traders menunjukkan bahwa hanya seperempat kendaraan listrik yang memenuhi syarat untuk mendapatkan insentif ini. Kelompok tersebut juga mengkritik usulan pajak berdasarkan jarak tempuh, memperingatkan bahwa hal itu dapat semakin menurunkan permintaan.

Mike Hawes, kepala eksekutif organisasi tersebut, baru-baru ini meminta pemerintah untuk meninjau transisi ke kendaraan tanpa emisi agar ambisi pasar sesuai dengan minat konsumen di dunia nyata.

Sebelumnya, Inggris telah menghentikan hibah EV sebelum memperkenalkannya kembali musim panas lalu. Jerman juga telah mengumumkan rencana untuk mengembalikan subsidi setelah mengakhirinya pada 2023.

Departemen Transportasi telah dihubungi untuk memberikan tanggapan.

0
0

Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.

PoolX: Raih Token Baru
APR hingga 12%. Selalu aktif, selalu dapat airdrop.
Kunci sekarang!
© 2025 Bitget