Bitget App
Trading lebih cerdas
Beli kriptoPasarTradingFuturesEarnWawasanSelengkapnya
USD/INR memulai hari dengan catatan yang lebih lemah karena daya tarik US Dollar sebagai aset safe haven memudar

USD/INR memulai hari dengan catatan yang lebih lemah karena daya tarik US Dollar sebagai aset safe haven memudar

101 finance101 finance2026/01/06 04:59
Tampilkan aslinya
Oleh:101 finance

Rupee India Menguat Terhadap Dolar AS Setelah Penurunan Baru-baru Ini

Rupee India (INR) memulai hari Selasa dengan posisi yang lebih kuat terhadap Dolar AS (USD), mematahkan penurunan selama tiga hari. Nilai tukar USD/INR turun ke sekitar 90,35 seiring Indeks Dolar AS (DXY) berbalik tajam, setelah menyentuh level terendah tiga minggu di 98,86 pada hari Senin. Penurunan Greenback ini terjadi karena sentimen risiko global membaik, sehingga mengurangi daya tarik mata uang safe-haven.

Pada hari Senin, Dolar AS melonjak di tengah meningkatnya aversi risiko di pasar, yang dipicu oleh aksi militer AS di Venezuela dan penahanan Presiden Nicolas Maduro atas tuduhan terkait narkoba.

Meski Rupee pulih, prospeknya tetap tidak pasti akibat meningkatnya ketegangan perdagangan antara AS dan India serta arus keluar modal asing yang terus berlanjut dari ekuitas India. Prospek INR masih dibayangi oleh tantangan-tantangan ini.

Di awal pekan, Presiden AS Donald Trump memperingatkan kemungkinan kenaikan tarif lebih lanjut terhadap India jika negara tersebut terus mengimpor minyak dari Rusia, dengan menyatakan, “Kami dapat menaikkan tarif terhadap India jika mereka tidak mendapat bantuan dalam masalah Minyak Rusia.”

Investor asing terus mengurangi kepemilikan mereka pada saham India. Dalam tiga sesi perdagangan pertama Januari, Foreign Institutional Investors (FII) menjual saham senilai Rs. 3.015,05 crore. Namun, arus keluar pada hari Senin tercatat jauh lebih rendah, yaitu Rs. 36,25 crore dibandingkan rata-rata baru-baru ini.

Sorotan Pasar: Data Manufaktur AS yang Lemah Menekan Dolar

  • Penurunan tajam Dolar AS juga dipicu oleh data ISM Manufacturing PMI AS untuk bulan Desember yang secara tak terduga buruk, dirilis pada hari Senin.
  • Manufacturing PMI turun lebih lanjut ke 47,9 dari 48,2 pada November, meleset dari ekspektasi ekonom yang memperkirakan kenaikan ringan ke 48,3. Sub-indeks seperti Pesanan Baru dan Ketenagakerjaan juga turun, meski dengan laju yang lebih lambat.
  • Kelemahan yang terus-menerus di sektor manufaktur telah meningkatkan kekhawatiran tentang prospek ekonomi AS.
  • Pekan ini, rilis laporan Nonfarm Payrolls (NFP) bulan Desember pada hari Jumat diperkirakan akan menjadi penggerak utama bagi Dolar AS.
  • Investor mengamati data ketenagakerjaan resmi AS dengan cermat untuk mendapatkan wawasan tentang kondisi pasar tenaga kerja. Pada tahun 2025, Federal Reserve melakukan tiga kali pemotongan suku bunga, menurunkan suku bunga ke 3,50%-3,75% guna mendukung pasar kerja yang melemah.
  • UBS memperkirakan Fed akan menurunkan suku bunga lagi pada bulan Juli dan Oktober tahun ini, setelah sebelumnya memperkirakan pemangkasan di bulan Januari dan September. Perusahaan memperkirakan Indeks Harga Konsumen (CPI) inti akan naik 44 basis poin pada Desember, 50 bps pada Januari, dan 30 bps pada Februari.
  • Pada hari Rabu, pelaku pasar akan fokus pada ADP Employment Change, ISM Services PMI untuk bulan Desember, serta data JOLTS Job Openings bulan November.

Tinjauan Teknis USD/INR: Harga Bertahan di Atas EMA 20-Hari

Pada grafik harian, USD/INR diperdagangkan di 90,3765, mempertahankan posisinya di atas Exponential Moving Average (EMA) 20 hari yang meningkat di 90,2305. Level ini terus bertindak sebagai support dinamis, memperkuat tren kenaikan secara luas meski terjadi koreksi baru-baru ini. Meskipun kemiringan EMA mulai datar, aksi harga tetap menghormati support ini.

Relative Strength Index (RSI) 14-hari berada di 55,20, menandakan momentum yang stabil dan sikap netral, tanpa tanda-tanda pasangan ini mengalami overbought. Hal ini menjaga prospek jangka pendek tetap sedikit positif.

Jika pasangan ini berhasil menutup perdagangan secara konsisten di atas rata-rata jangka pendek, hal ini dapat membuka jalan untuk kembali ke rekor tertinggi di 91,55. Sebaliknya, penutupan harian di bawah EMA 20-hari akan mengubah sentimen menjadi bearish, yang berpotensi mendorong penurunan lebih lanjut menuju level terendah Desember di 89,50.

(Analisis teknikal ini disusun dengan bantuan alat AI.)

0
0

Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.

PoolX: Raih Token Baru
APR hingga 12%. Selalu aktif, selalu dapat airdrop.
Kunci sekarang!
© 2025 Bitget