Adidas mungkin menghadapi tantangan karena tren dua dekade yang memfavoritkan pakaian kasual tampaknya akan segera berakhir
Bank of America Mengeluarkan Penurunan Peringkat Ganda Langka untuk Adidas
- Bank of America secara tajam menurunkan prospeknya terhadap Adidas, memberikan peringkat "jual" pada saham tersebut setelah penurunan peringkat ganda yang langka.
- Langkah ini sangat kontras dengan sentimen optimis yang dipegang oleh sebagian besar analis Wall Street.
- Menurut BofA, tren mode kasual yang telah berlangsung dua dekade akan segera berakhir, yang bisa menjadi masalah bagi merek Adidas.
Kebangkitan dan Puncak Mode Kasual
Selama bertahun-tahun, masyarakat telah menerima pendekatan berpakaian yang jauh lebih santai. Kini sudah lazim melihat para pelancong mengenakan piyama di bandara, tokoh televisi memasangkan sneakers dengan pakaian formal, hingga komentator olahraga mengenakan hoodie di bawah jas mereka.
Mengenakan jeans untuk makan malam sudah sangat diterima, dan merek athleisure seperti Vuori dan Alo menjual celana training dengan harga yang setara atau bahkan melebihi celana bahan tradisional.
Pergeseran ini telah meluas dan membawa perubahan besar.
Pandangan BofA: Apakah Tren Kasual Sudah Berakhir?
Bank of America percaya bahwa gerakan kasualisasi telah mencapai puncaknya. Riset terbaru mereka mencatat bahwa sneakers telah meningkat dari 20% menjadi 50% pangsa pasar alas kaki dalam dua dekade terakhir. Namun, BofA menyarankan bahwa fase pertumbuhan ini kini telah berakhir.
Pandangan ini sangat mengkhawatirkan bagi Adidas, yang diprediksi BofA akan melihat pertumbuhan penjualan organiknya melambat ke angka satu digit seiring daya tarik merek tersebut yang mulai menurun.
Menanggapi kekhawatiran ini, BofA menurunkan peringkat saham Adidas dari "beli" menjadi "underperform", perubahan sikap yang signifikan.
Reaksi Pasar dan Pendapat Analis
Sementara sebagian besar pesaing dan analis pasar Adidas tetap optimis terhadap prospek perusahaan setelah tahun 2025 yang menantang, Bank of America mengambil posisi yang sangat bearish dengan menetapkan target harga terendah di antara perusahaan besar. Pengumuman ini menyebabkan saham Adidas turun hingga 7% pada hari Selasa. Meskipun demikian, mayoritas analis masih memandang Adidas secara positif setelah penurunan 29% pada tahun 2025.
Lanskap Kompetitif: Adidas Menghadapi Persaingan Ketat
BofA juga menyoroti bahwa merek olahraga lain seperti Asics dan On, yang juga diuntungkan dari booming kasualwear, kemungkinan akan tetap menjadi pesaing kuat seiring preferensi konsumen yang kembali ke pakaian performa dan olahraga.
Dan tentu saja, ada Nike.
Posisi dan Prospek Nike
Nike, yang baru-baru ini mendapat sorotan berkat momen viral yang melibatkan Presiden Venezuela Maduro, saat ini sedang menjalani pemulihan di bawah CEO yang kembali, Elliott Hill. Laporan keuangan terbaru perusahaan menunjukkan pertumbuhan kuat di Amerika Utara, menandakan momentum positif untuk masa depan.
Meski saham Nike turun 14% sejak awal 2025, penurunan ini tidak separah kerugian Adidas pada periode yang sama.
BofA menyarankan jika Nike terus pulih, hal ini bisa terjadi dengan mengorbankan Adidas, karena kedua perusahaan ini secara historis mengalami tren pertumbuhan pendapatan yang berlawanan—ketika satu naik, yang lain cenderung turun.
Akankah Piala Dunia Menyelamatkan Adidas?
Beberapa orang mungkin berharap bahwa Piala Dunia mendatang, dengan bintang Lionel Messi mewakili Adidas, dapat meningkatkan keberuntungan perusahaan. Namun, BofA tetap skeptis, dengan alasan bahwa lonjakan penjualan selama turnamen akan bersifat sementara, dan Adidas akan terus menghadapi tantangan sepanjang sisa tahun ini.
Peluang Positif: Norma Mode yang Berubah
Meskipun BofA memperkirakan penurunan lebih lanjut untuk harga saham Adidas, mungkin ada sisi positif: kemungkinan berakhirnya tren memadukan sneakers dengan jas. Bagi sebagian orang, ini bisa menjadi perubahan yang disambut baik.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai


Solana DEX Jupiter Meluncurkan JupUSD, Mengembalikan Hasil Treasury Native kepada Pengguna

