SEOUL, Korea Selatan – Maret 2025 – Dalam langkah pasti yang menandai kematangan aset digital dalam keuangan tradisional, Hana Financial Group memimpin pembentukan konsorsium kuat untuk menerbitkan stablecoin yang diatur. Inisiatif bersejarah ini, dikonfirmasi oleh laporan dari News1, menempatkan Korea Selatan di garis depan perubahan global menuju mata uang digital yang diterbitkan oleh bank, secara fundamental membentuk ulang lanskap pembayaran dan integrasi blockchain.
Konsorsium Stablecoin Hana Financial: Aliansi Strategis
Hana Financial Group, salah satu perusahaan holding keuangan terbesar di Korea Selatan, tidak memulai perjalanan ini sendirian. Oleh karena itu, konsorsium ini merupakan aliansi yang dikurasi secara cermat dari para pemain keuangan utama. Anggota kunci meliputi BNK Financial Group, iM Financial Group, Standard Chartered Bank Korea, dan OK Savings Bank. Setiap institusi membawa keahlian yang berbeda, mulai dari kekuatan perbankan regional hingga jaringan keuangan internasional dan pengalaman perbankan digital ritel. Bersama-sama, mereka berencana mendirikan Perusahaan Tujuan Khusus (SPC) melalui investasi bersama. SPC ini akan secara khusus mengelola aspek teknis dan operasional dari penerbitan dan siklus hidup stablecoin di masa depan.
Sejalan dengan Visi Regulasi untuk Stabilitas Pasar
Secara krusial, model konsorsium ini sejalan langsung dengan kerangka regulasi penting yang saat ini sedang ditinjau oleh otoritas keuangan Korea Selatan. Rencana yang diusulkan akan memberikan hak penerbitan awal secara eksklusif kepada konsorsium di mana bank memegang mayoritas saham melebihi 50%. Persyaratan ini adalah langkah yang disengaja untuk memastikan stabilitas pasar dan perlindungan konsumen. Dengan mengaitkan penerbitan stablecoin pada entitas perbankan yang mapan dan sangat diatur, otoritas bertujuan untuk mengurangi volatilitas dan risiko mitra yang secara historis terkait dengan stablecoin yang diterbitkan secara privat. Pendekatan ini sangat kontras dengan model di yurisdiksi lain dan mencerminkan sikap Korea Selatan yang hati-hati tapi progresif terhadap integrasi cryptocurrency.
Konteks Global Stablecoin yang Diterbitkan Bank
Inisiatif yang dipimpin Hana ini hadir di tengah tren global yang signifikan. Bank sentral dan institusi keuangan besar di seluruh dunia secara aktif mengeksplorasi penerbitan mata uang digital. Sebagai contoh, proyek seperti JPMorgan’s JPM Coin dan berbagai pilot Central Bank Digital Currency (CBDC) menunjukkan pergeseran ini. Namun, model konsorsium Korea Selatan menghadirkan pendekatan hibrida yang unik. Model ini memanfaatkan efisiensi dan inovasi sektor swasta sekaligus menjaga kepercayaan dan pengawasan regulator dari sistem perbankan tradisional. Tabel di bawah ini menggambarkan perbedaan utama antara model ini dan jenis stablecoin umum lainnya:
| Model Konsorsium Bank (Hana) | Kumpulan bank yang diatur | National Financial Services Commission | Hana Financial Consortium Coin |
| Stablecoin yang Diterbitkan Privat | Korporasi Swasta | Bervariasi; sering kurang jelas | Tether (USDT), USD Coin (USDC) |
| Central Bank Digital Currency (CBDC) | Bank Sentral Nasional | Bank Sentral | Digital Yuan (e-CNY), Digital Euro (pilot) |
Perbandingan terstruktur ini menyoroti posisi konsorsium sebagai jembatan antara uang digital yang sepenuhnya privat dan sepenuhnya publik.
Dampak Potensial dan Implikasi Masa Depan
Peluncuran stablecoin yang dipimpin bank ini dapat memicu perubahan besar di berbagai sektor. Pertama, stablecoin ini menjanjikan efisiensi yang lebih baik untuk pembayaran lintas negara dan penyelesaian transaksi antara anggota konsorsium dan klien mereka. Kedua, stablecoin ini menyediakan aset digital yang patuh regulasi dan rendah volatilitas untuk digunakan dalam aplikasi keuangan berbasis blockchain yang sedang berkembang, atau DeFi, di dalam perimeter yang diatur. Lebih lanjut, stablecoin ini dapat memperlancar operasi internal perbankan dan pembiayaan rantai pasokan. Inisiatif ini juga memberi sinyal ke pasar bahwa institusi keuangan besar bergerak melampaui layanan kustodi cryptocurrency semata menuju penciptaan dan pengelolaan aset digital asli secara aktif. Evolusi ini dapat mempercepat adopsi institusional terhadap teknologi blockchain secara lebih luas.
Analisis Ahli tentang Alasan Strategis
Analis keuangan mengamati bahwa langkah ini melayani beberapa tujuan strategis bagi Hana Financial Group dan para mitranya. Utamanya, langkah ini memungkinkan mereka mengendalikan bagian penting infrastruktur keuangan masa depan daripada menyerahkannya pada startup fintech atau perusahaan teknologi besar. Selain itu, langkah ini menciptakan potensi sumber pendapatan baru melalui biaya transaksi dan produk keuangan baru yang dibangun di atas platform stablecoin. Yang terpenting, langkah ini melindungi masa depan bank terhadap perubahan besar dalam cara nilai dipindahkan dan disimpan. Dengan berkolaborasi, anggota konsorsium berbagi biaya pengembangan besar dan beban kepatuhan regulasi, sehingga membuat proyek ini lebih layak dibandingkan upaya individu.
Kesimpulan
Pembentukan konsorsium stablecoin Hana Financial menandai babak penting dalam narasi keuangan digital Korea Selatan. Dengan mempersatukan kekuatan perbankan utama di bawah kerangka regulasi yang diusulkan yang mengutamakan stabilitas, grup ini sedang membangun fondasi untuk ekosistem mata uang digital yang tepercaya, efisien, dan inovatif. Inisiatif ini kemungkinan akan memengaruhi kebijakan regulasi di seluruh dunia dan menunjukkan bagaimana keuangan tradisional dapat secara proaktif membentuk masa depan uang. Keberhasilan proyek Hana Financial stablecoin ini akan diawasi dengan ketat sebagai penanda integrasi teknologi blockchain ke inti sistem perbankan global.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
P1: Apa tujuan utama konsorsium stablecoin Hana Financial?
Tujuan utamanya adalah menerbitkan stablecoin yang diatur, dipatok Korean Won. Ini bertujuan menyediakan instrumen pembayaran digital yang aman dan efisien di dalam sistem keuangan tradisional, dengan memanfaatkan teknologi blockchain di bawah pengawasan regulasi yang ketat.
P2: Bagaimana stablecoin ini berbeda dengan USDT atau USDC?
Tidak seperti stablecoin yang diterbitkan secara privat, koin konsorsium Hana akan diterbitkan oleh kelompok bank yang diatur di bawah kerangka regulasi Korea yang spesifik. Hal ini memastikan pengawasan langsung oleh otoritas keuangan dan mengaitkan stabilitasnya pada kredibilitas sektor perbankan, bukan sekadar atestasi cadangan.
P3: Mengapa kepemilikan mayoritas lebih dari 50% oleh bank sangat penting?
Ini adalah persyaratan regulasi kunci yang sedang ditinjau. Persyaratan ini memastikan bahwa entitas perbankan yang diatur, tunduk pada aturan modal dan kepatuhan yang ketat, memegang kendali dan tanggung jawab utama atas stablecoin. Desain ini dimaksudkan untuk mencegah salah kelola dan melindungi konsumen.
P4: Apa itu Perusahaan Tujuan Khusus (SPC) dalam konteks ini?
SPC adalah entitas hukum terpisah yang akan dibentuk konsorsium melalui investasi bersama. SPC akan bertanggung jawab atas penerbitan teknis, pengelolaan, dan operasi stablecoin, sehingga aktivitas ini terpisah dari bisnis inti bank untuk tujuan regulasi dan manajemen risiko.
P5: Kapan stablecoin ini akan tersedia untuk publik?
Belum ada tanggal peluncuran resmi. Konsorsium harus terlebih dahulu secara formal membentuk SPC dan melewati proses persetujuan regulasi terakhir. Garis waktu sangat bergantung pada finalisasi dan penerapan pedoman otoritas keuangan Korea Selatan yang relevan.

