- WeLab mengamankan $220 juta di Hong Kong melalui kombinasi utang dan ekuitas dari institusi global.
- Pendanaan mendukung ekspansi Asia Tenggara, akuisisi, dan pertumbuhan perbankan digital berlisensi.
- HSBC, Prudential dan modal negara Hong Kong menandakan dukungan kuat untuk fintech yang teregulasi.
WeLab mengamankan $220 juta di Hong Kong melalui putaran pendanaan campuran utang dan ekuitas yang melibatkan institusi global besar. Pendanaan ini termasuk HSBC Holdings, Prudential Hong Kong dan Hong Kong Investment Corporation. Putaran ini mendukung ekspansi Asia Tenggara, pengembangan teknologi, serta akuisisi, sekaligus memperkuat pertumbuhan perbankan digital yang teregulasi yang terhubung dengan infrastruktur Web3.
Modal Institusi dan Partisipasi Strategis
WeLab mengonfirmasi bahwa pendanaan ini merupakan putaran terbesar sejak penggalangan dana tahun 2021. HSBC Holdings Plc dan Prudential bergabung sebagai peserta kunci dalam kesepakatan ini. Daftar investor juga mencakup Fubon Bank (Hong Kong), Allianz X, TOM Group, dan Hong Kong Investment Corporation.
Menurut WeLab, putaran ini mengombinasikan instrumen ekuitas dan utang. Namun, perusahaan tidak mengungkapkan valuasi terbaru setelah transaksi ini. Sumber yang mengetahui diskusi sebelumnya mengatakan WeLab pernah mengeksplorasi potensi valuasi $2 miliar selama pembicaraan tahun 2022.
Luasnya partisipasi menyoroti keterlibatan institusi di bidang perbankan, asuransi, dan modal yang terhubung dengan pemerintah. Keterlibatan Hong Kong Investment Corporation menjadi sorotan di antara kelompok investor ini. Dana tersebut mengelola HK$62 miliar dan telah berinvestasi di lebih dari 100 proyek, menurut pengungkapan publik.
Menariknya, ini adalah investasi pertama yang diketahui publik oleh korporasi tersebut ke perusahaan pembiayaan konsumen. Pejabat sebelumnya melaporkan bahwa setiap dolar Hong Kong yang diinvestasikan menarik lebih dari empat dolar modal jangka panjang. Struktur itu sejalan dengan jejak perbankan teregulasi WeLab dan rencana ekspansi regionalnya.
Ekspansi Regional dan Jejak Perbankan Digital
Setelah rincian pendanaan, WeLab menjelaskan bagaimana mereka akan menggunakan modal tersebut. Perusahaan menyatakan akan fokus pada ekspansi di Asia Tenggara serta potensi merger dan akuisisi. Indonesia tetap menjadi pasar utama dalam strategi tersebut melalui Bank Saqu, bank digital berlisensi milik mereka.
Bank Saqu menarik lebih dari dua juta nasabah dalam tahun pertamanya beroperasi. Pertumbuhan ini menunjukkan permintaan regional yang kuat terhadap perbankan berbasis aplikasi yang beroperasi di bawah aturan regulasi yang jelas. WeLab juga mengoperasikan WeLab Bank di Hong Kong dan platform peminjaman di daratan Tiongkok.
Di seluruh wilayah tersebut, perusahaan kini melayani lebih dari 70 juta pengguna individu dan bekerja sama dengan lebih dari 700 klien bisnis melalui layanan pembiayaan konsumen dan perbankan digital. Skala ini menjadikan WeLab salah satu pemain fintech teregulasi terbesar di Asia.
Namun, ekspansi dibatasi oleh aturan lisensi. Pada Agustus 2024, regulator Hong Kong mengonfirmasi mereka tidak akan mengeluarkan lisensi perbankan digital baru. Sejak Maret 2019, regulator hanya menyetujui delapan lisensi perbankan digital.
Pembatasan tersebut meningkatkan nilai strategis pemegang lisensi yang sudah ada seperti WeLab. Oleh karena itu, pendanaan ini mendukung optimalisasi aset, bukan ekspansi lisensi. Selanjutnya, perusahaan berencana mengejar pertumbuhan melalui geografi dan teknologi, bukan melalui masuk regulasi baru.
Terkait: Hong Kong Membuka Pintu untuk Asuransi Crypto di Bawah Aturan Ketat
Pengembangan AI, Rencana IPO dan Waktu Pasar
Selain ekspansi, WeLab menegaskan bahwa pendanaan ini juga mendukung pengembangan teknologi canggih. Perusahaan baru-baru ini mengumumkan inisiatif kecerdasan buatan (AI) dalam kemitraan dengan Google. Rencana tersebut mencakup agen AI, alat personalisasi, dan sistem pemasaran digital yang diperbarui.
WeLab juga berinvestasi dalam pengembangan keterampilan staf agar selaras dengan rencana teknologinya. Perusahaan menyatakan akan melatih seluruh karyawan dalam alat keuangan berbasis AI pada akhir tahun ini. Upaya ini mendukung operasional di berbagai pasar serta fokus pada layanan perbankan berbasis data.
Sementara itu, pendanaan ini datang ketika pasar IPO Hong Kong menunjukkan aktivitas baru. Beberapa pencatatan profil tinggi diluncurkan tahun ini, termasuk MiniMax Group Inc., menurut data bursa. Dalam konteks itu, WeLab kembali menegaskan minatnya untuk melakukan pencatatan publik.
Pendiri Simon Loong mengatakan perusahaan tetap terbuka terhadap IPO. Namun, ia mengatakan pendanaan terbaru mengurangi tekanan untuk langsung mencatatkan diri di bursa. WeLab sebelumnya mengajukan IPO di Hong Kong pada 2018 tetapi kemudian menunda rencana tersebut.
Perusahaan terakhir kali menggalang modal eksternal pada tahun 2021 melalui putaran $75 juta. Penggalangan dana tersebut dipimpin oleh Allianz X, yang juga berpartisipasi dalam pendanaan saat ini. Putaran-putaran ini mencerminkan keterlibatan institusi yang berkelanjutan dengan model fintech teregulasi WeLab.
Penggalangan dana $220 juta ini memperkuat partisipasi dari bank, perusahaan asuransi, dan investor yang terhubung dengan pemerintah di seluruh Asia. Pendanaan ini juga mendukung ekspansi Asia Tenggara, pengembangan AI, dan operasi perbankan digital berlisensi. Pada saat yang sama, pendanaan ini sejalan dengan kerangka regulasi yang berlaku.
